Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Ke Mana Angin Membawamu Pergi

Kita mencintai bulan yang sama, Kawan.
Kau mencintainya, dan aku pun rindu akan dia.
Masalahnya, aku ingin dia abadi. Tapi kau ingin dia tetap bersama.Kau terkekeh dan berkata, "Bukankah itu suatu kesamaan?"Ya, tentu saja itu kesamaan. Tapi aku lebih ingin dia abadi seperti di dalam imajinasiku.Tapi.Semua itu berubah ketika Selasa Sore, aku meninggalkannya dalam keadaan marah. Sebenarnya, aku tak ingin begitu. Sebenarnya aku sangat menyesal.
Aku tahu dia menangis. Semua orang yang kuceritakan tentang kisahku dan dia berkata kalau aku jahat dan keterlaluan.Maka aku pergi ke gunung, menghukum diri di sana.Sampai aku sadar, bahwa aku memang tak bisa jauh.Bukan jauh dari kota atau peradaban. Melainkan, dari sosok yang menyebut dirinya "peminum teh".Yang bernyanyi di malam beberapa waktu sebelum tahun 2019 awal.Yang sudah kali ketiga aku bermimpi tentangnya.