Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Ternyata Kau Adalah Dia (sebuah catatan tentang cinta)

- untuk KKau memang bukan pertama dari yang pertama, dan bukan pula yang menyentuh ubunku nan acapkali kucuci dari darah keistimewaan.Entah ini puisi, tapi menurut Penyair Bram, menulis jangan dipikirkan apa, namun bagaimana. Dan seorang paman nan datang dari jauh yang t'lah kulepaskan bulu-debu rindu padanya, berkata bahwa aku harus menulis.Barangkali ini bukan puisi, sebab keniscayaan itu rasanya tiada lagi setelah kau berkata bahwa kau mencintai pepuisi-puisianku. Puisi! Bukan aku!Ini, ada sebuah titipan yang kukerjakan saat berjalan-jalan bersama Ayah di ibukota provinsi.. . Datanglah, biar kukasi nanti

Beberapa Alternatif dari Judul Kealihbahasaan dari Syair Dalam Sekam

Selamat sore semuanya!Di dalam kesenjaan dari berbagai tukang sajak di Indonesia, sahaya pengen melampirkan one ofsecret project sahaya untuk bulan Agustus hingga September ini. Yakni penerjemahan puisi dari seorang sahabat tua sahaya, Penyair Bram. Atau bernama lengkap Muhammad Ibrahim Ilyas. Beliau sudah terbilang berpengalaman di dunia seni, khususnya literatur tinggi seperti teater dan pensyairan--ya, "pensyairan", karena saya ingin menyinggung tren yang sedang populer ributnya di kalangan pencinta sastra dan pendidikan negeri ini--dan telah menerbitkan sejumlah catatan, yakni Ziarah Kemerdekaan dan Syair Dalam Sekam.Mulai dari hari ini, Rabu 1 Agustus 2018, saya sudah terikat kontrak dengan beliau. Meski dalam keadaan galau.. . yahh, biasalah anak muda, galaunya pasti karena masalah di lingkaran-lingkaran itu saja. Tapi, Penyair Bram ini ibarat Bang Muluk di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck-nya Hamka. Ia segera menyetujui proyek ini dan berkata pada saya, "Oke.&quo…

Aku Tahu Aku Mau Apa (cerpen)

I can't write a good letter
B'coz I'm not a professional writer
and like these a letter
witch not made from professional writer - Dichter Experten @ Aku tak bisa menulis dengan bagus
Sebab bukan seniman kata-kata beneran
dan seperti inilah puisi
penyihir tidak tercipta dari penulis profesional - Penulis Expert @ "Penulis Expert" atau "Dichter Experten", segera kirim ke Media Indonesia, Koran Tempo dan Kompas sekaligus. Hari-hari setelah di Senin ini aku pergi melewati gerbang SMP Alam Minangkabau, bergegas berjalan. Menunggu hari Selasa. Menunggu Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, Minggu. Bulan-bulan baru. Tahun-tahun selanjutnya. Di warnet, kuaktifkan akun surelku, vellesazephi@gmail.com dengan pasword ************* dan mengambil data untuk kemudian dilampirkan dan dikirim ke opini@kompas.com dan lain-lain. Sekaligus, supaya jika media satu menolak, ada kemungkinan diterima media lain. Kalau langsung diterima, misalnya oleh Kompas, tinggal kasih kabar ke Kor…